Senin, 13 Juni 2011

Hidup harus terus berjalan

Setiap saat, setiap waktu banyak masalah yang menanti kita. maslah dari masa lalu maupun maslalah yang akan datang. Banyak orang yang tak tahan pada masalah yang dihadapinya hingga berakhir pada bunuh diri...
Seperti berita yang saya kutip dari sini.

Seorang ibu muda, Hemalini beru Tarigan (30), bersama dua anaknya yang masih balita, Susana br Sembiring (7) tahun dan Prasanta Sembiring (5), penduduk Dusun Taburen Desa Sukamakmur Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut)--35 km barat Medan--nekat bunuh diri dengan cara minum racun Roundup. Diduga, sang ibu sengaja membunuh kedua anak dan dirinya sendiri karena himpitan ekonomi yang menekan keluarga petani miskin ini.

Tak ada yang tahu kapan dia akan kembali ke rahmatullah, tapi bukan berarti dengan mengakhiri hidup segalanya telah selesai, masih ada yang akan menunggunya di kehidupan sesudah mati.
Sebuah masalah selain berakhir dengan bunuh diri, ada juga yang berakhir dengan pertumpahan darah, seperti berita yang saya kutip berikut ini.

Seorang pengurus RW (Taufiqrahman, 40) cekcok dengan seorang pedagang bubur (Urip Sunarto, 49). Hal itu, berawal dari keinginan pengurus RW tersebut menjadikan taman di wilayahnya bersih dari pedagang hingga masalah tersebut berakhir dengan pengurus RW membacok tangan kiri urip sunarto sampai putus dan leher korban terkena sabetan parang yang dibawa pelaku dari rumahnya. Peristiwa itu terjadi di Jl. Kelapa Sawit 3, RT 001/10, tepatnya di depan Taman Bronbek Jumat sore. (Berita selengkapnya dapat dibaca di sini)


Terlalu banyak masalah yang di hadapi manusi, tapi tidak sedikit juga cara mereka menyelesaikannya bahkan dengan berbagai cara. Kedua berita diatas hanya sebagaian kecil masalah yang terjadi di masyarakat, masih banyak hal yang tidak kita ketahui di luar sana. Apapun masalah yang kita hadapi hidup harus terus berjalan dan sewajarnya kita mengikuti aturan dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Sabar juga merupakan obat yang jitu dalam menghadapi maslah tinggal bagaimana kita bisa mempertahankan kesabaran.

nb: terima kasih atas referensinya (detektifromantika.wordpress.com dan beritapendidikan.com)

umie_dtwafe

1 komentar:

  1. Terkadang susah untuk menyebrangi jembatan itu.

    Cobalah sesuatu yg baru atau buatlah perubahan.

    Tetapi sekali kamu lakukan, kamu akan menyadari

    Bahwa hal tersebut biasanya tak pernah seburuk yg kita bayangkan.

    BalasHapus